Artikel – Di perjalanan sejarah Banten, Mei dan Juni adalah bulan penuh gejolak perjuangan moral.
Buku Sartono Kartodirjo, Pemberontakan Petani Banten (atau Geger Cilegon), membuktikan hal itu.
Mulai dari perlawanan KH Tapa, Tubagus Buang, Haji Wakia, Mas Zakaria, dan Geger Cilegon, perjuangan moral dan pembuktian dedikasi, berlangsung di Mei dan Juni.
Hari-hari terakhir ini, fenomena serupa hadir juga.
Banten berada dalam etape perjuangan rakyat dan pemerintah daerah, untuk pijakan penting. Yakni 100 hari pertama Banten dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur hasil Pilkada 2024.
Sebagaimana kisah sejarah Banten, maka 100 hari inipun bisa disejajarkan dengan perjuangan moral.
Mengapa?
Pertama, arah kebijakan, keputusan politik, dan program prioritas, adalah cermin keberpihakan etis Pak Gubernur.
Secara etis, Gubernur dan Wakil Gubernur berpihak pada kebutuhan utama rakyat, di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.
Kedua, moralitas politik terkait dengan kesungguhan dan tanggung jawab. Tak semata-mata pemanis media atau retorika publik.
Di 100 hari ini, duo Andra dan Dimyati, membuktikan totalitas dalam merealisasikan program unggulan mereka, di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur desa.
Ketiga, alasan moral sosial. Mendorong kesetaraan dan akses pendidikan adalah jawaban atas kebutuhan sosial paling penting di Banten, saat ini.
Sudah tentu masih ada yang harus disempurnakan. Tetapi basis apresiasi kita bertumpu pada pilihan utama Pak Andra dan Pak Dimyati. Mereka punya kapasitas moral memimpin daerah ini, mampu mendahulukan prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.
Ini belum merinci program lain yang tak dikampanyekan saat lalu. Tergolong sebagai inovasi dan terobosan.
Semisal penghapusan tunggakan kendaraan bermotor. Jangan sepelekan keputusan penting ini. Kebijakan ini membawa berkah dan seribu kisah. Lihat fakta di bawah ini. Di level rakyat bawah, ribuan atau mungkin jutaan, pemilik kendaraan senyum puas.
Motor jenis lama kembali menapak di jalan raya, tanpa khawatir. Harga jual naik, karena sudah diurus ke Samsat. Bagi orang desa, satu unit motor adalah invetasi dan multifungsi.
Berapa banyak pihak yang diuntungkan? Belum lagi kalau menghitung penambahan pemasukan ke kas Pemerintah Daerah.
Terakhir, pepatah Tiongkok mengatakan, perjalanan seribu mil dilakukan dengan ayunan langkah pertama. Perjalanan pembangunan Banten, dilakukan di 100 hari pertama. Insya Allah.
Penulis : Moh Bahri, S.Pd.I, SH
- Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Prov. Banten
- Presidium Majelis Wilayah KAHMI Banten











