Serang – Sebanyak hampir 150 Orang lebih alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten Serang Angkatan 97 berkumpul di Taman Wisata MBS atau Mahoni Bangun Sentosa Serang.
Lokasi yang menawarkan berbagai pilihan liburan ini seperti Kolam Renang, Outbond, dan wahana spot-spot foto kekinian menjadi tempat pertama kali setelah 25 Tahun lebih reuni akbar satu angkatan ini baru di gelar mengingat area pintu masuknya berdekatan langsung dengan pintu kampus baru STAIN/ UIN SMHB Serang.
Acara yang di gelar mulai pukul 09.00 sampe dengan Pukul 15.30 WIB dengan sebelumnya diadakan kegiatan tawasul, zikir, tahmid dan doa untuk kesalamatan bersama dan mendoakan para guru atau dosen dan teman-teman yang sudah meninggal dunia, kemudian di lanjutkan dengan pembacaan kalam illahi dan apresiasi puisi yang semua dilakukan oleh para alumni.
Acara yang di hadiri langsung oleh Rektor UIN SMHB Serang Prof. Dr. KH. Wawan Wahyudin, M. Pd, semakin menambah suasana makin haru dan penuh gelak tawa, mengingat gaya dan orasi Rektor yang sangat inspiratif dan penuh motivasi tersebut.
Hadir pada kesempatan tersebut dosen-dosen alumni yang saat ini mengabdi seperti Asep Furqon, Ubedillah. Hadir pula Abah Yadi budayawan Banten, Zaenal Mutiin, Ade Jahran yang berkarir di beberapa komisioner, Humaedi aktivis NU Banten, Nasrullah yang berkarir di Lembaga Sensor Film ( LSF ), serta Ade Awaludin yang berkarir di legislatif yang kemudian setelah acara selesai di dapuk menjadi ketua Forum Komunikasi Alumni Angkatan 97.
Adapun beberapa alumni tidak bisa hadir karena berbarengan dengan kegiatan dakwahnya seperti KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani, KH. Mirwan Lebak, dan Rektor Pertama STAIN SMHB Serang Prof. Dr. KH Tihami.
Sebagaimana sambutan Prof Wawan bahwa saat ini kita harus fokus pada hal-hal kecil tapi nyata, seperti soal sampah misalnya, jika masalah ini kita bisa selesaikan dengan gerakan-gerakan kecil maka kontribusi kita kepada bangsa dan daerah ini akan terasa.
“terus bangun sinergi dengan pemerintah, aparatur negara dan instrumen-instrumen negara lainnya, karena mereka harus tetap kita jaga dan tetap pada bingkai negara kesatuan dan Islam yang rahmatan lilalamin,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui bahwa angkatan 97 adalah angkatan dimana agenda reformasi sedang giat-giatnya di gelorakan, sehingga pada puncaknya Mei 1998 para mahasiswa dari berbagai daerah tidak terkecuali dari STAIN SMHB Serang juga banyak yang ikut bagian melalukan aksi-aksi ke Jakarta, dan Angkatan 97 pula pertama kali dalam struktur kemahasiswaan di.kenal dengan istilah Presiden Mahasiswa (Presma) dan Dewan Legislatif Mahasiswa yang bernama Senat Mahasiswa. [red]










