Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 16 Apr 2025 ·

Kadinkes Kota Tangerang: Waspada DBD dan Chikungunya dengan Menjaga Lingkungan Tetap Bersih


 Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dr.dr.Dini Anggraeni. Foto: ist Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dr.dr.Dini Anggraeni. Foto: ist

Kota Tangerang – BMKG Wilayah II telah menginformasikan Provinsi Banten tak terkecuali Kota Tangerang tengah menghadapi masa peralihan musim. Kemarau di Provinsi Banten diprediksi akan jatuh pada sekitar periode awal April sampai akhir Juni 2025.

Diketahui, masa peralihan cuaca menjadi faktor yang bisa menimbulkan penyakit, terutama penyakit infeksi seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga chikungunya yang kini tengah merebak di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni pun mengimbau, masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan kondisi tubuh. Terutama menjaga lingkungan dan selalu melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, lingkungan bahkan tempat kerja.

“Saat ini, kasus chikungunya di Kota Tangerang telah ditemukan. Walau secara angka belum meningkat secara signifikan, tapi DBD atau chikungunya perlu diwaspadai dengan bijaksana. Sehingga, kasus penyakit ini tidak terus meningkat apalagi menjadi wabah kejadian luar biasa,” tegas dr. Dini, Selasa (15/4/25).

Ia pun mengimbau, masyarakat untuk menggencarkan 4M Plus dan yaitu menguras bak mandi, tempat penampungan air, dan saluran air yang tidak lancar. Menutup tempat penampungan air agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Memantau jentik nyamuk di wadah penampungan air dan bak sampah dan mengubur barang bekas.

“Selain itu, makan makanan yang bergizi, rutin olahraga, konsumsi vitamin c, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga lingkungan tetap bersih,” katanya.

Sebagai informasi, kolaborasi multisektor pada penanganan DBD di Kota Tangerang ialah, sosialisasi PSN 4M Plus di seluruh 39 puskesmas dan 1.097 posyandu. Kemudian, menggerakkan seluruh masyarakat dan pegawai melaksanakan aksi bebersih memberantas sarang nyamuk di lingkungannya.[red]

Artikel ini telah dibaca 661 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hadiri Peringatan Maulid, Maryono Motivasi para Generasi Muda Teladani Akhlak Rasulullah

17 September 2026 - 22:42

Tegas, DLH Kota Tangerang Tutup TPS Ilegal Seluas 8.000 Meter Persegi di Pinang

17 September 2026 - 16:46

Wakil Wali Kota Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum

17 September 2026 - 16:01

Kota Tangerang Perkuat Transportasi Umum di Hari Perhubungan Nasional Melalui Tayo dan Si Benteng 

17 September 2026 - 15:56

Enam Kebakaran dalam Sehari, BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

17 September 2026 - 12:04

Raih ALI 2026, Sachrudin: Motivasi Perkuat Layanan Investasi 

16 September 2026 - 19:00

Trending di Kota Tangerang